Senin, 01 Desember 2025

BERDAMAI DENGAN SEGALA YANG TERJADI

Setahun ini seperti perjalanan panjang yang tak selalu bisa kutebak arahnya. Menjalani tahun yang seperti helaan nafas panjang yang tak pernah benar-benar habis kulepaskan. Ada banyak harapan yang beberapa tumbuh berbunga dan sisanya hilang menguap begitu saja tanpa pamit.

Tahun ini memaksaku tetap kuat meski hatiku penuh retakan kecil yang tak pernah kusuarakan. Namun tahun ini juga aku belajar bahwa setiap kali sesuatu tidak berjalan sesuai keinginanku, ternyata itulah cara unik Allah untuk mengarahkan langkahku. Aku belajar bahwa tidak semua doa harus dijawab sesuai keinginanku. Kadang dijawab dengan ujian yang membuatku berhenti sejenak, lalu bertanya: "Apa yang sebenarnya aku cari?". Dan ada doa-doa yang dijawab dengan kehilangan, agar aku bisa menemukan momen berharga yang mempertemukan aku pada kekuatanku sendiri. Aku belajar bahwa lenyapnya satu harapan bukanlah pertanda kehampaan, melainkan ruang yang sedang disiapkan-Nya untuk hadiah yang lebih berarti. Setiap kehilangan yang kuterima, perlahan menuntunku pada pemahaman bahwa aku tidak pernah benar-benar sendirian.

Dan memang, sepanjang tahun ini Allah menunjukkan caranya merangkulku, lembut tapi pasti. Ketika satu pintu tertutup, aku diberi keberanian mengetuk pintu yang lain. Ketika aku merasa runtuh, selalu ada satu kejadian, satu orang, satu kebaikan kecil yang mengangkatku kembali. Bahkan kejadian yang dulu membuatku terluka kini bisa kulihat sebagai proses yang membentukku lebih kuat, lebih bijak, dan lebih peka terhadap tanda-tanda kebaikan-Nya. 

Aku telah melewati hal-hal yang tidak semua orang mampu jalani. Ada kekuatan yang tumbuh pelan-pelan dalam diriku, kekuatan yang lahir dari luka, dari sabar, dari harapan yang hilang sebelum sempat aku genggam, dan dari ikhlas yang kupaksa belajar. Aku sempat runtuh, tapi Allah menguatkanku dengan cara paling lembut, lewat orang-orang yang tiba-tiba hadir, lewat peluang yang datang tanpa rencana, lewat kedamaian kecil yang muncul di saat aku hampir menyerah. Aku diingatkan bahwa aku telah melewati hal-hal yang tidak semua orang mampu jalani.

Hari ini dalam muhasabah diri setahun sekali, aku ingin menegakkan kepala dan menyapa diriku sendiri lalu berkata: "Terima kasih ya sudah bertahan sejauh ini". Tidak apa-apa jika ada yang belum tercapai. Tidak apa-apa jika tahun ini masih bergulat dengan proses, tidak apa jika dunia ini tidak sepenuhnya adil buat kita yang bukan siapa-siapa. Aku tetap bangga dengan diriku yang tetap melangkah, tetap berjalan, tetap memberi, tetap percaya, dan tetap membuka ruang untuk bahagia. Tahun ini telah mengujiku, tapi tidak akan mematahkanku. Dan aku tahu, tahun yang datang akan membawa cerita baru, cerita yang mungkin lebih lembut, lebih indah, dan lebih sesuai takdir terbaikku. Selamat ulang tahun untuk diriku, semoga aku selalu menemukan kekuatan dalam setiap langkah, dan kebahagiaan dalam setiap takdir yang kupeluk dengan ikhlas. Dan aku yakin bahwa Allah selalu punya rencana yang indah untukku. (Banjarmasin, 01 Desember 2025)